Senin, 05 November 2018

MAKANAN PENDAMPING PASCA ASI EKSKLUSIF



Mpasi Pertama


Setelah melewati masa menyusui  selama 6 bulan, saatnya untuk memperkenalkan bayi dengan menu untuk MPASI pertama. Hal ini harus dilakukan setelah memberikan ASI eksklusif, karena kebutuhan energi dan nutrisi si kecil tidak lagi dapat dipenuhi dengan ASI saja. Pada usia ini, organ pencernaan sudah mampu menerima makanan tambahan dan memulai MPASI di usia 6 bulan dapat menurunkan risiko diabetes serta obesitas.

Periode pengenalan makanan pendamping ASI juga disebut sebagai masa penyapihan secara bertahap berdasarkan jenis, jumlah, tekstur, dan konsistensinya hingga kebutuhan nutrisi dipenuhi oleh makanan. Perlu ditekankan bahwa periode ini rawan gangguan terhadap pertumbuhan si kecil jika diberikan makanan yang tidak tepat dari segi kualitas dan kuantitas nya, sehingga menyebabkan terjadinya malnutrisi.

Berikut beberapa menu makanan pendamping ASI yang bisa dicoba di rumah:

        Wortel
Wortel dapat diberikan dengan cara direbus kemudian di-blender. Jika tekstur masih terasa kasar, lakukan penyaringan setelah mem-blender. Wortel kaya dengan sumber vitamin A dan juga mengandung mineral yang tinggi.
        Pepaya
Pepaya juga baik untuk diberikan sebagai makanan pendamping karena mengandung nutrisi seperti zat besi serta asam folat yang berguna bagi perkembangan otak. Pepaya juga memiliki kandungan kalsium dan zink yang bagus untuk kesehatan tulang. Pemberiannya pun sangat mudah. Bisa diberikan dengan cara dikerok halus atau di-blender. Di dalam buah ini juga terdapat enzim papan untuk membantu melancarkan pencernaan.
        Alpukat
Buah satu ini banyak mengandung vitamin A dan C, kalsium, dan magnesium. Bahkan alpukat juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan kemampuan motorik bayi. Karena tekstur yang lembut, alpukat cukup ditumbuk hingga halus dan langsung sajikan kepada anak.
        Bubur Nasi
Ini juga salah satu makanan yang baik sebagai pendamping ASI. Setelah beras menjadi bubur, lanjutkan dengan menyaringnya sehingga tekstur menjadi lebih lembut dan sedikit encer. Bisa ditambahkan dengan telur rebus sebagai sumber protein hewani.
Setelah mengetahui beberapa pilihan menu MPASI, di bawah ini beberapa bahaya MPASI instan:

        Dapat menyebabkan alergi seperti gatal-gatal, demam, atau bahkan muntah.
        Nutrisi tidak seimbang karena mengalami beberapa tahapan pemrosesan yang dapat mengurangi kadar nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
        Tidak mengenal rasa alami dari makanan. Kebanyakan produk makanan instan telah diberi tambahan perasa, gula, dan garam. Sehingga ketika besar, anak cenderung menjadi picky eater.

Jadi, pilih yang alami atau buatan? Be wise, Mom!

Load disqus comments

0 comments