Jumat, 23 Desember 2016

Suzuki Belum Rela Melepas Vinales

suzuki belum rela melepas vinales

Sepertinya Suzuki memang masih belum rela untuk melepas Vinales ke Yamaha, seperti yang lvcear.com kutip dari liputan6.
Di MotoGP 2017, Maverick Vinales akan menjadi pengganti peran Jorge Lorenzo di Movistar Yamaha. Sebelumnya, Vinales membuat Suzuki Ecstar kembali menjadi tim yang disegani di lintasan MotoGP.

Kesepakatan antara Vinales dan Yamaha untuk menjadi sukses Lorenzo sudah tercapai Mei 2016. Padahal, Vinales baru saja mengarungi petualangan yang fantastis bersama Suzuki. Kerjasama Vinales dengan Suzuki dimulai sejak 2015.

Saat itu, Vinales baru saja mencuri perhatian di kejuaraan level bawah. Setelah menjadi juara Moto3 2013, Vinales sukses finis di urutan ketiga Moto2 2014. Namun, Vinales lebih dulu kesulitan beradaptasi ketika untuk kali pertama menjadi pembalap MotoGP.

Itu mengapa ia hanya bisa finis di urutan ke-12 klasemen pembalap MotoGP 2015. Namun, hal itu dijadikan Vinales sebagai pelajaran untuk meraih kesuksesan di MotoGP 2016. Hasilnya, posisi keempat klasemen sukses diamankan mantan pembalap KTM tersebut.

"Kami menghadapi kasus (kepindahan Vinales) yang sedikit unik. Kami adalah tim baru dan karena ini pembalap melakukan pergerakan saat ada ruang yang tersedia di Yamaha. Maverick memutuskan untuk mengambil kesempatan itu. Kami sedikit terpukul karena itu begitu awal," jelas bos Suzuki Davide Brivio, seperti dikutip Autosport.

Suzuki sendiri baru kembali menjadi tim konstruktor MotoGP setelah sempat absen akibat krisis finansial. MotoGP 2016 adalah musim kedua mereka. Karenanya, kepindahan Vinales dinilai terlalu dini bagi Suzuki. Apalagi mereka juga berpisah dengan Aleix Espargaro.

Untungnya, Suzuki kembali mendapatkan pembalap yang memiliki kualitas tak kalah hebat. Peran Vinales dan Aleix akan digantikan Andrea Iannone dan Alex Rins. Jika Iannone sudah mengecap banyak pengalaman bersama Ducati Corse, Rins adalah pendatang baru dari Moto2.

"Ketika Maverick pergi, kami memutuskan untuk mengambil tantangan baru. Kami harus menjadi kreatif untuk menantang tim terkuat di MotoGP. Jadi, kami mengambil kesempatan fantastis untuk Iannone. Sekali lagi, kami juga mengambil kesempatan dengan Rins," tutur Brivio.
Load disqus comments

0 comments